Citilink Janjikan Prospek bagi Investor |
| Citilink Janjikan Prospek bagi Investor Posted: 22 Mar 2014 10:26 AM PDT JAKARTA, suaramerdeka.com - Maskapai penerbangan berbiaya murah (LCC) Citilink mengemukakan pandangannya mengenai peluang besar dalam industri penerbangan nasional, walau diwarnai gejolak perekonomian yang sama besarnya, terlebih di di era global seperti sekarang. Direktur keuangan Citilink Albert Burhan mengemukakan hal itu dalam konferensi pakar keuangan Indonesia yang diikuti sekitar 200 Chief Financial Officer (CFO) perusahaan multinasional, konsultan keuangan dan para bankir di Jakarta, Sabtu (22/3). Dengan tema 'The Risk Intelligent CFO – Converting Risk into Opportunities', para pelaku keuangan tersebut berbagi pengalaman mengenai resiko dan prospek keuangan, membuka jaringan kerjasama serta memberikan solusi atas sejumlah persoalan yang banyak mengemuka di perusahaan-perusahaan. Saat ini kawasan Asia Pasifik menjadi pusat pertumbuhan lalulintas udara yang pesat di dunia, termasuk di Indonesia dengan segmen di penerbangan berbiaya murah (low cost carrier). Moda transportasi udara dalam beberapa hal melebihi moda transportasi darat maupun laut. Albert mengatakan, ada sejumlah resiko dalam industri penerbangan mulai dari masalah infrastruktur, fluktuasi harga fuel, faktor keselamatan, resiko dalam pembiayaan, resiko keuangan, hingga resiko mata uang asing. "Namun demikian pada saat yang sama juga membuka peluang besarnya dalam industri penerbangan. Misalnya infrastruktur airport yang minim akan menimbulkan pembukaan airport baru. Karena kalau tidak akan membatasi pertumbuhan angkutan udara itu sendiri," katanya. Albert juga menjelaskan resiko mengenai 'safety' yang menjadi prioritas di penerbangan. Pertumbuhan yang tinggi jika tidak diikuti oleh kondisi pilot, atau staf 'ground operations' dan proteksi yang baik akan menimbulkan resiko besar bagi penumpang. "Kondisi ini memunculkan peluang bisnis untuk membuka sekolah pilot, training center, dan bisnis asuransi pesawat yang saat ini didominasi ataupun di reasuransi ke luar negeri," katanya. Bahan bakar pesawat (fuel) yang merupakan komponen biaya terbesar di airline bisa diatasi dengan melakukan perlindungan nilai atau 'hedging' dari kenaikan harga fuel yang bias ditawarkan oleh perbankan dan juga fuel supplier kepada airline. Mobilitas yang tinggi di kawasan Asia Pasifik mendorong pertumbuhan armada pesawat yang tinggi dan memunculkan kebutuhan akan pembiayaan pesawat yang sangat tinggi. Tidak tersedianya pembiayaan yang cukup pada waktunya akan merusak citra dan kepercayaan pasar dan kemudian diikuti dampak pada tingkat pertumbuhan perusahaan. "Aircraft leasing company dan perbankan melihat Indonesia sebagai peluang bisnis yang sangat besar," katanya. Citilink sebagai 'new entrant' di segmen LCC ini tumbuh sangat pesat, dan dengan tingkat safety yang lebih baik, ketepatanwaktu yang tinggi, armada pesawat airbus A320 baru, serta harga yang terjangkau, menjadi salah satu pilihan utama penumpang di segmen ini. ( Kartika Runiasari / CN37 / SMNetwork )Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. |
| You are subscribed to email updates from Hasil Pencarian peluang bisnis - Yahoo To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar